Selasa, 25 Juni 2013

Cara Merawat Bayi

Cara Merawat Bayi


Cara Melatih Potty (Toilet) Training Pada Bayi Balita

Posted: 24 Jun 2013 08:28 PM PDT

Cara Melatih Potty (Toilet) Training Pada Bayi Balita

Potty training (toilet training) merupakan salah satu cara yang biasa dilakukan orang tua untuk melatih bayi agar bisa buang air besar (BAB) maupun buang air kecil (BAK) di toilet. Proses porry training tentu tidaklah mudah dan membutuhkan kesabaran dari orang tua. Terlalu memaksa anak agar mau menggunakan toilet saat buang air tidaklah boleh. Namun terlalu membiarkan anak terus-menerus buang air bukan di tempatnya tentu juga tidak baik. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui tips dan kiat yang bisa dilakukan agar proses potty training bisa berjalan lebih lancar dan berhasil. Seperti apa tipsnya?

Ketika orang tua memperkenalkan potty ke anak, biarkan anak untuk mencobanya agar merasa nyaman tanpa anak harus melepas popoknya terlebih dulu atau dengan pakaian lengkap.

Mulai biasakan mengganti popok anak di kamar mandi. Ketika anak buang air besar di popok, biarkan anak melihat orang tua membuang kotorannya dari popok ke toilet dan menyiramnya. Ajarkan dan biarkan bila anak ingin menyiram atau mem-flush kotorannya di toilet sendiri.

Ketika terlihat tanda anak akan BAK atau BAB, orang tua bisa bertanya kepada anak "apakah perlu menggunakan toilet sekarang?" Bila anak mengatakan "Iya". Kemudian bawa anak ke toilet atau potty chairnya, menempatkannya untuk duduk di toilet dan katakan "ayo buang air kecil sekarang" atau "ayo buang air besar sekarang" misalnya. Ini membantu anak untuk membuat hubungan antara apa yang dia rasakan dan lakukan. Ini juga akan membantu anak memahami bahwa toilet adalah tempat ia harus melakukannya, sehingga ia mulai mengasosiasikan toilet dengan BAK dan BAB.

Tempatkan anak di toilet atau potty chairnya ketika bangun tidur di pagi hari, sebelum tidur siang dan malam, 15 menit setelah selesai waktu makannya, juga ketika anak terlihat mulai gelisah terlihat seperti ingin buang air kecil atau buang air besar.

Mulai catat dan perhatikan waktu anak buang air besar sehari-hari. Dengan begitu orang tua tahu kapan waktu yang tepat untuk mengantisipasi kebutuhannya dan dapat membantu anak untuk ke toilet pada waktunya.

Siapkan buku atau mainan/boneka anak yang dapat membuatnya nyaman dan tenang ketika menggunakan toilet atau potty chairnya. Bila pada waktu biasanya anak buang air kecil atau air besar ia sudah duduk di toilet namun ternyata tidak ingin buang air, anak bisa bermain kembali dan ke toilet atau potty chairnya lagi nanti bila merasakan kebutuhan untuk BAK dan BAB.

Pada sebagian anak mendengar suara air kran yang mengalir atau menuangkan sedikit air di atas alat kelaminnya saat di toilet bisa membuatnya buang air kecil.

Untuk memudahkan orang tua membersihkan potty chair anak, tuangkan sedikit air di potty chair sebelum membiarkan anak menggunakannya.

Usahakan agar anak tidak memakai pakaian yang berlapis-lapis atau terlampau ketat yang meyulitkan anak untuk membuka pakaian atau celananya saat ingin BAK dan BAB.

Saat latihan ini biasanya anak masih memakai popok saat malam hari. Tapi bila orang tua memutuskan untuk tidak memakaikan popok ke anak saat malam hari tunjukkan pada anak apa yang harus dilakukan saat malam hari jika terbangun dan perlu pergi ke toilet atau potty chairnya. Nyalakan lampu kecil sehingga anak dapat berjalan ke kamar mandi tanpa takut gelap.

Beritahukan pengasuh anak atau anggota keluarga lain jadwal potty training anak apabila orang tua akan pergi keluar rumah tanpa anak.

Jika latihan berlangsung lebih dari tiga minggu tanpa ada hasil, coba gunakan papan target untuk anak menempel stiker tanda berhasil BAB dan BAK sendiri.

Ajarkan anak kebiasaan untuk membasuh bokongnya sendiri segera setelah ia tampaknya mampu melakukannya sendiri (ingatlah anak mungkin tidak akan mampu untuk melakukan hal ini dengan baik sampai ia berumur sekitar 5 tahun). Anak perempuan harus ditunjukkan bagaimana untuk menyeka dari depan ke belakang (bukan sebaliknya) untuk menghindari masuknya bakteri.

Ajarkan anak kebiasaan untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

Pastikan orang tua memiliki persediaan celana dan kantong plastik yang cukup ketika perjalanan jauh dengan anak, apabila anak masih dalam tahap pelatihan toilet (potty training). Orang tua juga bisa membawa beberapa popok sekedar untuk berjaga-jaga apabila persediaan celana sudah terpakai semua. Untuk perjalanan yang singkat, pastikan kalau anak sudah ke toilet sebelum pergi meninggalkan rumah.

Bila orang tua merasa kurang yakin dan memutuskan untuk memakaikan anak popok sebelum bepergian jauh, katakan pada anak untuk menganggap popok ini seperti celananya. Beritahu anak untuk tidak segan memberitahu orang tua apabila timbul keinginan untuk BAB dan BAK di tempat umum dan harus menggunakan toilet umum.

Jika anak pergi ke tempat penitipan anak, katakan kepada guru di tempat penitipan anak tersebut untuk membantu proses pelatihan toilet ini selama anak berada di tempat tersebut, sehingga proses potty training terus berjalan mulus (di dalam dan luar rumah). Cukup banyak anak yang sukses BAB dan BAK sendiri karena melakukan latihan pergi ke toilet bersama dengan teman-teman sebaya di tempat penitipan anak.

Apabila anak memiliki kakak yang sudah besar dan tidak menggunakan popok, ia mungkin akan tertarik untuk menggunakan toilet juga dengan belajar dari sang kakak.

Biarkan anak untuk melihat ke dalam toilet apabila acara buang airnya berhasil. Beri anak banyak perhatian dan pujian positif ketika dia berhasil melakukan BAK dan BAB sendiri di toilet atau potty chairnya.

Kalaupun terjadi 'kecelakaan' hindari untuk menghukumnya dan jangan menyalahkannya. Katakan saja bahwa sebaiknya lain kali anak melakukan pada tempatnya. Wajah marah dan kata-kata bernada kecewa orang tua, hanya akan membuat anak takut dan malah lebih sering tidak mau mengatakan bahwa ia ingin BAK dan BAB . Berilah contoh cara menggunakan toilet sehari-hari yang baik dengan sabar sampai si kecil lebih mengerti.

Semoga bermanfaat!

Cara Melatih Potty (Toilet) Training Pada Bayi Balita

Cara Mengajarkan Potty Training (Toilet Training) Pada Anak

Posted: 24 Jun 2013 08:12 AM PDT

Cara Mengajarkan Potty Training (Toilet Training) Pada Anak

Potty training atau toilet training merupakan cara yang dilakukan orang tua untuk melatih anak balita (Bawah Lima Tahun) mereka agar bisa buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) ditempat yang telah ditentukan (toilet). Walaupun proses potty training yang merupakan perpindahan dari pemakaian popok ke toilet terkadang bukanlah hal yang mudah, orang tua harus tetap dengan sabar dalam membimbing dan melatih anak-anak mereka.

Simak lebih lanjut artikel ini yang akan membahas beberapa hal yang sebaiknya diketahui orang tua yang dapat membantu pelatihan toilet untuk anak balita.

Kapan sebaiknya dimulai Potty (Toilet) Training?
Pada beberapa anak biasanya potty training dimulai ketika usia mereka berkisar 18 bulan dimana otot-otot mereka sudah dapat mengontrol kerja usus dan kandung kemihnya. Banyak juga orang tua yang menunggu sampai anak mereka berusia antara 2 – 3 tahun karena pada usia tersebut anak-anak sudah lebih siap secara emosi, fisik dan psikologis.

Kunci keberhasilan potty training sebenarnya adalah menunggu sampai anak menunjukkan kesiapannya. Hanya anak yang tahu kapan ia siap dan mau untuk memulainya. Memberikan tekanan pada si kecil dengan memaksanya latihan sejak dini hanya akan membuat anak frustasi dan orang tua stress karena hanya kegagalanlah yang didapat.

Apa saja tanda anak siap untuk memulai potty training?
- Anak dapat duduk tegak
- Mulai bisa belajar mengontrol kandung kemihnya misalnya dengan tanda popoknya bisa kering selama 2-3 jam
- Dapat membuka dan memakai celananya kembali
- Bisa menyadari ketika ia butuh buang air kecil atau buang air besar
- Bisa memahami intruksi sederhana
- Sering mengikuti orang tua ke toilet dan menunjukkan minat dengan bertanya mengenai fungsi toilet
- Sudah bisa menyatakan keinginannya

Apa saja yang dibutuhkan untuk potty (toilet) training?
- Potty chair biarkan anak yang memilih agar suka menggunakannya
- Dudukan kloset untuk anak-anak(pada beberapa anak terkadang tidak diperlukan potty chair)
- Beberapa potong celana yang cukup longgar dan mudah untuk dilepas
- Buku-buku atau mainan yang bisa membuatnya tenang saat BAK atau BAB
- Tissue basah dan tissue kering.

Persiapan apa yang perlu dilakukan?

Selain anak yang siap, orang tua juga harus siap untuk melatih potty training anak, sabar dan konsisten akan membuat proses latihan ini berhasil.
Orang tua bisa menonton video di internet bersama anak, dan memperlihatkan buku cerita sederhana tentang proses seorang anak kecil yang sedang berlatih toilet training. Dengan begitu si kecil akan mendapat gambaran latihan yang akan dilakukannya.
Anak kecil terkadang selalu mengikuti orang tua mereka kemana pun, bahkan juga ke kamar mandi! Bila anak mengikuti orang tua yang akan menggunakan toilet, gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan agar anak memahami fungsi dan perlunya toilet.

Cara Mengajarkan Potty Training (Toilet Training) Pada Anak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar