Senin, 16 Juli 2012

Cara Merawat Bayi

Cara Merawat Bayi


Mendengkur Pada Bayi Memicu Perilaku Hiperaktif dan Agresif

Posted: 15 Jul 2012 08:07 PM PDT

Mendengkur Pada Bayi Memicu Perilaku Hiperaktif dan Agresif

Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki gangguan saat tidur seperti mendengkur, berhenti bernafas selama beberapa detik (apnea) dan bernafas lewat mulut saat tidur cenderung lebih berpeluang untuk mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif dan perilaku agresif lainnya.

Studi yang meneliti lebih dari 11.000 anak-anak di Inggris dengan gangguan tidur selama lebih dari 6 tahun itu menemukan kesimpulan bahwa anak-anak yang memiliki gangguan/masalah selama tidur ternyata 40-60 % lebih beresiko mengalami masalah perilaku pada saat usianya 7 tahun.

Menurut Dr. Karen Bonuck, profesor dari Universitas Yeshiva, New York, sebagai mana yang dikutip dari webmd.com menyebutkan bahwa beberapa gangguan pada anak yang sering terjadi saat tertidur seperti mendengkur, bernafas dengan mulut, dan apnea (sulit bahkan berhenti bernafas selama beberapa detik) berpeluang besar memicu anak-anak menjadi hiperakitif, mengalami kelainan perilaku dan emosi sosialnya. Semakin parah tingkat gangguan tidur tersebut, maka akan semakin besar peluangnya untuk juga mengalami gangguan perilaku, tak hanya hiperaktif dan agresif, namun juga bisa mengarah pada kecemasan dan kesulitan menjalin hubungan sosial dengan teman-temannya. Gangguan-gangguan tidur tersebut disebabkan karena adanya masalah dalam pernafasan anak saat ia tidur.

Gangguan nafas saat tidur dapat menurunkan suplai oksigen ke otak. Padahal masa kanak-kanak merupakan masa-masa penting untuk perkembangan otak. Bila suplai oksigen terganggu, tentunya juga akan mengganggu perkembangan dan pertumbuhan otak anak. Selain itu, gangguan nafas saat tidur juga bisa mengganggu proses istirahat tubuh yang pada akhirnya akan mempengaruhi keseimbangan proses-proses kimia dalam tubuh. Hal inilah yang diyakini para peneliti menjadi penyebab mengapa gangguan tidur terutama yang berkaitan dengan masalah pernafasan seperti mendengkur, apnea, dan bernafas lewat mulut bisa menyebabkan gangguan perilaku.

Anak-anak yang mengalami gangguan tidur juga menjadi lebih mudah marah, gelisah, dan terlihat mudah lelah. Penyebabnya karena tidur merupakan waktu istirahat dan sangat bermanfaat baik untuk otak. Namun, pada saat kenyamanan tidur terganggu karena berbagai masalah gangguan tidur, maka efeknya juga akan berpengaruh pada perkembangan otak anak yang mengatur sisi emosi dan tingkah laku anak.

Efek gangguan tidur tersebut tak hanya memicu hiperaktivitas dan gangguan perilaku sosial, namun juga bisa menurunkan konsentrasi dan kemampuan anak dalam merespon informasi dari luar, dan ini tentunya juga akan menurunkan performa anak dalam menerima pelajaran di sekolah.

Gangguan tidur seperti mendengkur ternyata tak hanya dialami oleh orang dewasa saja, namun bisa juga dialami oleh anak-anak. Sekitar 0.1 % anak-anak akan mengalami gangguan tidur yaitu mendengkur, dan sekitar 2-4 % akan mengalami apnea. Gangguan tidur seperti sering terbangun juga dapat mengganggu kenyamanan tidur anak dan membuat anak menjadi kurang tidur. Normalnya anak usia 0-1 tahun membutuhkan waktu tidur selama 12-18 jam per hari, anak usia 1-3 tahun butuh 12-14 jam sehari, 3-5 tahun butuh 11-13 jam sehari, dan anak-anak usia sekolah butuh tidur sebanyak 10-11 jam perhari.

Dari hasil studi yang telah dipublikasikan di Jurnal Pediatrik Online ini diharapkan agar orang tua bisa menaruh perhatian lebih pada masalah gangguan tidur yang terjadi pada anak, meskipun muncul pada tahun pertama usia anak. Bahkan bila perlu, orang tua bisa memeriksakan kondisi anaknya ke dokter untuk memeriksa hidung, mulut dan tenggorokan anak terkait gangguan tidur yang berhubungan dengan gangguan nafas.

Beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalisir berbagai gangguan tidur pada anak adalah:

  • Membiasakan anak tidur teratur dan tepat waktu setiap malam, begitu pula dengan jadwal bangunnya sebaiknya tetap sama setiap hari meskipun pada saat hari libur.
  • Menciptakan suasana sebelum tidur yang santai seperti memandikan anak dengan air hangat sebelum tidur, menemani anak sambil membacakan cerita untuk anak.
  • Jangan memberikan anak-anak makanan atau minuman yang mengandung kafein sebelum anak tidur, setidaknya 30 menit sebelum tidur.
  • Pastikan suasana di kamar tidur nyaman dan tenang.
  • Hindari pula memberikan makanan berat kepada anak menjelang waktu tidurnya.
  • Hentikan aktivitas-aktivitas yang membuat anak semakin aktif menjelang wakut tidurnya. Aktivitas-aktivitas yang aktif tersebut justru akan membuat anak semakin susah tidur. Misalnya tidak lagi menonton TV sebelum tidur.

Mendengkur Pada Bayi Memicu Perilaku Hiperaktif dan Agresif

Cara Membuat Pure Hati Ayam Dan Apel untuk Bayi

Posted: 15 Jul 2012 08:09 AM PDT

Cara Membuat Pure Hati Ayam Dan Apel untuk Bayi

Nutrisi Utama: Protein, Zat Besi, Zinc & Vitamin A
Kategori: Sumber Protein; Buah; Usia 7 bln+

Bahan:
250 gram hati ayam, 2 buah apel, kupas, buang bijinya, potong-potong
1 buah wortel, kupas lalu potong-potong, 3 buah kentang, kupas lalu potong-potong
2 batang seledri, potong-potong, 3 sdm kacang polong

Cara Membuat:
Masak semua bahan di tempat terpisah sampai matang. Tiriskan lalu haluskan (atau cincang halus untuk anak usia 8 bulan ke atas)

Cara Membuat Pure Hati Ayam Dan Apel untuk Bayi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar