Senin, 24 Juni 2013

Cara Merawat Bayi

Cara Merawat Bayi


Cara Merawat Bayi Susah Buang Air Besar (BAB)

Posted: 23 Jun 2013 08:11 PM PDT

Cara Merawat Bayi Susah Buang Air Besar (BAB)

bayi menangisMasalah susah buang air besar (BAB) atau biasa juga disebut konstipasi merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi. Orang tua, terutama para orang tua baru biasanya akan langsung panik dan khawatir menghadapi masalah tersebut. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat masih kurangnya informasi dan juga belum memiliki pengalaman dalam hal mengurus bayi. Namun jangan khawatir, dengan bekal informasi yang cukup Anda akan tahu bagaimana cara penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah susah BAB/konstipasi yang terjadi pada bayi.

Konstipasi atau umumnya dikenal dengan istilah sembelit adalah suatu kondisi dimana tinja (feses) bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Akibatnya, bayi menjadi sulit mengeluarkan tinja (feses) sehingga tidak bisa buang air besar sampai berhari-hari lamanya atau bahkan lebih. Bayi dikatakan konstipasi/sembelit bila tidak buang air besar selama 3 hari atau lebih dan bayi terlihat tidak nyaman dengan kondisi tersebut, bisa ditandai dengan sering menangis. Efeknya, bayi juga akan mengalami kolik, dan juga menjadi lebih susah makan.

Bagaimana cara merawat sembelit/konstipasi pada bayi?

Bila Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, perhatikan peraturan takaran pengencerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental. Anda bisa melihat aturan dan takaran yang dianjurkan pada setiap label kemasan susu formula.
Mintalah rekomendasi susu formula yang baik dari dokter atau ganti merk susu dengan merk lain yang lebih cocok untuk bayi Anda apabila diperlukan. Namun, perlu diingat pula bahwa Anda tidak boleh sembarangan atau terlalu sering menggonta-ganti susu formula untuk bayi. Kebiasaan tersebut tentu bisa mengganggu pencernaan bayi, bisa membuat bayi menjadi sembelit atau sebaliknya mengalami diare (mencret).
Oleskan minyak bayi di daerah sekitar anus bayi. Hal ini bisa membantu bila pada anus bayi terdapat lecet atau luka.
Berikan pijatan lembut disekitar perut bayi dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Anda bisa menggunakan krim atau minyak pijat bayi yang dapat memudahkan tangan Anda melakukan pijatan dengan lembut.
Baringkan bayi Anda dalam keadaan terlentang dan lakukan gerakan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.
Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga memperlancar BAB.

Selain pepaya, Ibu juga bisa memberikan sari buah apel (bukan jus apel karena jus apel mengandung pektin yang justru memicu konstipasi) untuk mengatasi konstipasi pada bayi.Buah yang sebaiknya dihindari untuk sementara waktu adalah pisang karena dapat mebuat tinja menjadi keras.
Bila Anda masih menyusui (memberikan ASI) dan mendapati bayi Anda mengalami sembelit, Anda perlu memperhatikan pola asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda. Ada kemungkinan Anda kurang banyak mengkonsumsi serat (sayur, buah) atau kurang konsumsi air. Hal ini juga bisa menyebabkan konstipasi pada anak. Untuk itu, ubahlah pola makan Anda jangan sampai kurang serat dan air.
Mandikan bayi dengan air hangat untuk membuatnya rileks yang dapat membantu melancarkannya untuk BAB.
Berikan banyak air putih, pastikan jumlah cairan yang dibutuhkannya tercukupi.
Banyak yang menyarankan untuk merangsang anus bayi dengan cara memasukkan ujung termometer ke dalam anus bayi. Namun, perlu diingat cara tersebut sangatlah tidak dianjurkan karena justru bisa berbahaya dan bisa menyebabkan luka.

Apabila cara-cara di atas tidak membuahkan hasil konsultasikan masalah sembelit dan konstipasi ini ke dokter anak. Jangan berikan bayi Anda obat pencahar tanpa seijin dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan jenis tertentu untuk memperlancar BAB. Pemberian obat ini berfungsi untuk melicinkan jalan kotoran dari bagian usus ke bawah atau ke usus besar. Pemeriksaan ke dokter juga diperlukan karena bisa jadi penyebab konstipasi pada bayi adalah karena adanya penyakit tertentu yang harus segera mendapatkan penanganan medis.

Cara Merawat Bayi Susah Buang Air Besar (BAB)

Cara Merawat Rambut Bayi Dengan Tepat

Posted: 23 Jun 2013 08:09 AM PDT

Cara Merawat Rambut Bayi Dengan Tepat

Bayi dilahirkan dengan berbagai macam kondisi rambut di kepala, ada yang sudah memiliki rambut yang lebat, ada yang rambutnya tipis halus atau bahkan lahir dengan tidak ada rambut sama sekali alias gundul. Orang tua pada umumnya tentu saja mendambakan anak mereka mempunyai rambut yang tebal saat dilahirkan. Tapi sebaiknya orang tua tidak perlu merasa risau apabila bayi yang baru dilahirkan memiliki rambut yang tipis, hal ini karena warna dan tebal (lebat) tipisnya rambut bayi sebenarnya sudah ditentukan secara genetik.

Walaupun faktor keturunan berpengaruh besar pada tebal (lebat) tipisnya rambut anak, sebaiknya asupan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan dan keindahan rambut bayi pun tetap perlu diperhatikan sejak bayi masih dalam kandungan. Ketika hamil, Ibu disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran segar, juga sumber vitamin E seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Setelah bayi dilahirkan untuk menjaga kesehatan rambutnya, orang tua harus memberikan makanan yang bergizi sehat dan seimbang karena rambut pun butuh "makanan" setiap harinya. Hal ini tentu saja harus diimbangi dengan kebersihan kulit kepala bayi dan perawatan rambut yang tepat agar rambut bayi selalu sehat.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam merawat rambut bayi :

  1. Perawatan untuk kulit kepala dan rambut bayi yang baru saja dilahirkan relatif sederhana. Jika bayi Anda tidak memiliki banyak rambut, shampo bayi tidaklah diperlukan. Hal yang perlu dilakukan adalah cuci kepala bayi dengan sabun lembut yang sama dengan yang bayi gunakan untuk mandi. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu bayi ketika berada dalam bak mandinya, dan basahi rambutnya dengan menuangkan air sedikit demi sedikit dengan tangan Anda.
  2. Ketika bayi memasuki usia di atas 3 bulan, orang tua bisa menggunakan shampo khusus bayi yang lembut dan tidak pedih di mata. Shampo ini berbeda dengan shampo orang dewasa karena mengandung bahan-bahan yang diformulasi khusus sesuai dengan rambut dan kulit bayi yang lembut. Gunakan air hangat dan shampo sedikit saja sesuai kebutuhan untuk mencuci rambut bayi Anda.
  3. Apabila rambut bayi terlihat kusut sebelum dicuci, sebaiknya sisir terlebih dahulu sampai kusutnya hilang dengan sisir bergigi jarang yang lembut. Jika rambut kusutnya dibiarkan, akan menyebabkan bayi kesakitan saat dikeramas dan semakin memperparah kusut rambutnya.
  4. Rambut bayi tidak perlu dicuci setiap hari, cukup dikeramas sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu. Hal ini dikarenakan rambut bayi sebenarnya tidak terlalu cepat kotor, selain itu mencuci rambut bayi terlalu sering kemungkinan bisa menyebabkan kulit kepalanya kering dan menimbulkan masalah pada rambutnya.
  5. Keramaslah dengan lembut sambil memijat kepalanya tanpa memberikan tekanan yang terlalu kuat pada titik lemah di ubun-ubun (atas kepala) bayi Anda. Bilas rambut bayi sampai bersih dari sisa-sisa shampo.
  6. Setelah bayi selesai dikeramas pada umumnya bayi yang masih kecil sekali belum membutuhkan kondisioner apapun. Saat bayi Anda beranjak lebih besar dan rambutnya semakin lebat Anda bisa mulai menggunakan kondisioner lembut sesekali jika diperlukan.
  7. Lap rambut bayi sampai cukup kering dan sisir dengan sisir bergigi jarang yang lembut dalam keadaan rambut lembab (cukup basah). Jangan biarkan rambut bayi kusut terutama untuk bayi atau anak yang memiliki rambut keriting.
  8. Potong rambut bayi secara teratur. Terutama apabila sudah terlalu panjang untuk meminimalkan kusut dan jika sampai menutup sebagian matanya (menghalangi pandangannya).
  9. Banyak bayi yang menangis atau tidak suka dimandikan dan dicuci rambutnya. Ini biasanya dikarenakan bayi tidak suka air masuk ke matanya. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membalut tubuh bayidengan handuk besar dan dekat erat dari belakang tubuhnya dengan lengan Anda ke tubuh Anda. Dengan begitu posisi kepala bayi berada di atas bak mandinya berisi air hangat.Cara lainnya adalah mencuci rambutnya saat memandikan bayi di bak mandinya. Beri bayi mainan favoritnya atau nyanyikan sebuah lagu saat memandikannya. Atau alihkan perhatiannya dengan melakukan permainan tiup busa sabun mandi agar acara mandinya menyenangkan dan bayi tenang saat dicuci rambutnya.

Cara Merawat Rambut Bayi Dengan Tepat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar